Alamat: Dan saat ini beralamat di jalan Jamin Ginting, Km 11, Paya Bundung, Medan / Jalan: Setia Budi No.25, Simpang Selayang, Medan.


Masjid Jami'
kapasitas hingga ±2.500 jamaah
dibangun pada tahun 2016
Masjid Jami' mulai dibangun pada tahun 2016 dan menjadi salah satu proyek pembangunan terbesar dalam sejarah pengembangan pesantren. Dengan struktur tiga lantai dan kapasitas hingga ±2.500 jamaah, masjid ini dirancang sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pembinaan spiritual seluruh civitas pesantren.
Seiring bertambahnya jumlah santri dan berkembangnya aktivitas pendidikan serta dakwah, pembangunan dan penyempurnaan fasilitas masjid terus dilakukan secara bertahap. Masjid ini tidak hanya difungsikan untuk shalat berjamaah, tetapi juga untuk kajian Al-Qur’an, halaqah, ceramah keislaman, dan berbagai kegiatan pembinaan ruhiyah lainnya.
Keberadaan Masjid Jami’ menjadi simbol komitmen pesantren dalam membangun generasi yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Selain melayani kebutuhan internal pesantren, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat sekitar.

Gedung Belajar Modern
dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman
fasilitas pendidikan berkualitas
Gedung Belajar Modern dibangun sebagai bagian dari pengembangan bertahap sesuai master plan pesantren. Pembangunan ruang-ruang belajar permanen ini dilakukan seiring dengan meningkatnya jumlah santri dan kebutuhan akan sarana pendidikan yang lebih representatif dan terstruktur.
Bangunan ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman, kondusif, dan mendukung proses pembelajaran yang efektif. Setiap ruang kelas disiapkan untuk menunjang kegiatan akademik maupun pendidikan pesantren, sehingga integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum dapat berjalan optimal dalam satu lingkungan yang terencana.
Pengembangan gedung dilakukan secara bertahap mengikuti arah pembangunan kawasan pesantren secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan komitmen lembaga dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan demi mencetak generasi yang unggul secara intelektual, spiritual, dan karakter.

Laboratorium Sains & Komputer
Laboratorium lengkap dengan 115 jenis peralatan fisika, biologi, dan teknologi informasi.
membentuk pola pikir ilmiah
Sebagai bagian dari komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang komprehensif dan modern, pesantren menyediakan fasilitas Laboratorium Sains & Komputer yang mendukung pembelajaran berbasis praktik. Laboratorium ini dilengkapi dengan 115 jenis peralatan untuk bidang fisika, biologi, serta teknologi informasi sebagaimana tercantum dalam riwayat pengembangan fasilitas di dokumen.
Keberadaan laboratorium ini memungkinkan santri tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga melakukan eksperimen, pengamatan, serta praktik langsung sesuai dengan kurikulum yang diterapkan. Pendekatan ini dirancang untuk membentuk pola pikir ilmiah, keterampilan analitis, serta kesiapan menghadapi tantangan pendidikan yang lebih tinggi.
Seiring dengan perkembangan jumlah santri dan kebutuhan pembelajaran yang semakin dinamis, fasilitas laboratorium terus dikembangkan dan disempurnakan. Hal ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya fokus pada pembinaan keagamaan, tetapi juga serius dalam membangun kompetensi akademik dan teknologi santri secara seimbang.

Gedung Serba Guna
luas bangunan sekitar ±7.000 m².
kapasitas hingga ±2.000 orang
Gedung Serba Guna merupakan salah satu fasilitas terbesar di lingkungan pesantren dengan luas bangunan sekitar ±7.000 m² dan kapasitas hingga ±2.000 orang. Gedung ini dibangun sebagai sarana pendukung kegiatan berskala besar yang melibatkan santri, guru, maupun tamu undangan dari luar pesantren.
Fasilitas ini digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pertemuan akbar, seminar, wisuda, kegiatan pembinaan santri, hingga agenda resmi kelembagaan. Dengan kapasitas yang besar dan ruang yang representatif, Gedung Serba Guna menjadi pusat kegiatan kolektif yang memperkuat kebersamaan dan dinamika kehidupan pesantren.
Selain sebagai ruang pertemuan, gedung ini juga difungsikan sebagai fasilitas olahraga indoor untuk mendukung kesehatan dan keseimbangan fisik santri. Keberadaan Gedung Serba Guna menunjukkan komitmen pesantren dalam menyediakan sarana yang memadai bagi pengembangan intelektual, spiritual, dan jasmani secara terpadu.

Balai Kesehatan Santri (BKS) An Nur
dua lantai dan dirancang untuk memberikan pelayanan medis yang memadai
pusat layanan kesehatan internal
Balai Kesehatan Santri (BKS) An Nur dibangun sebagai bentuk komitmen pesantren dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan seluruh civitas. Fasilitas ini berdiri dua lantai dan dirancang untuk memberikan pelayanan medis yang memadai bagi santri, guru, serta tenaga kependidikan di lingkungan pesantren.
Keberadaan BKS An Nur menjadi bagian penting dari pengembangan infrastruktur pesantren yang terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan. Fasilitas ini mendukung penanganan kesehatan dasar, pemeriksaan, serta pelayanan medis awal sehingga santri dapat menjalani proses pendidikan dengan kondisi fisik yang terjaga.
Dalam riwayat pembangunan pesantren, pendirian balai kesehatan ini menunjukkan perhatian lembaga tidak hanya pada aspek pendidikan dan spiritual, tetapi juga pada aspek kesehatan dan keselamatan. Dengan fasilitas yang representatif, BKS An Nur berperan sebagai pusat layanan kesehatan internal yang mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang aman dan kondusif.

Asrama Santri
terus dikembangkan sesuai pertumbuhan jumlah santri
dirancang untuk pembinaan karakter dan kemandirian
Asrama santri putra dan putri dibangun sebagai bagian integral dari sistem pendidikan berbasis pesantren yang menekankan pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian. Pembangunan asrama dilakukan secara bertahap mengikuti pertumbuhan jumlah santri dari tahun ke tahun, sebagaimana tercatat dalam riwayat pengembangan sarana prasarana pesantren.
Setiap unit asrama dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai lingkungan pembinaan yang mendukung pembentukan akhlak dan budaya hidup Islami. Di dalamnya, santri dibiasakan menjalani kehidupan teratur, kebersamaan, serta tanggung jawab dalam aktivitas harian yang terintegrasi dengan program pendidikan pesantren.
Pengembangan asrama terus dilakukan untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan kelayakan hunian sesuai standar yang ditetapkan lembaga. Hal ini menunjukkan komitmen pesantren dalam menyediakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi pertumbuhan intelektual, spiritual, dan sosial seluruh santri.

Dapur & Kantin Santri
Fasilitas konsumsi yang luas untuk memenuhi kebutuhan gizi santri
terorganisir dan higienis
Dapur dan kantin santri merupakan fasilitas penting yang terus mengalami perluasan dan peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah santri. Pengembangannya dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari komitmen pesantren dalam menyediakan layanan konsumsi yang layak, terorganisir, dan memadai.
Fasilitas ini dirancang untuk memastikan proses penyediaan makanan berjalan secara higienis dan sistematis. Dengan pengelolaan yang terstruktur, kebutuhan gizi santri dapat terpenuhi setiap hari guna mendukung aktivitas belajar, ibadah, dan kegiatan pesantren secara optimal.
Keberadaan dapur dan kantin tidak hanya berfungsi sebagai tempat distribusi konsumsi, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pembinaan kedisiplinan dan kemandirian santri dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

Perumahan Guru
Unit hunian bagi tenaga pendidik sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan guru
stabilitas lingkungan pendidikan
Perumahan Guru dibangun sebagai bagian dari komitmen pesantren dalam mendukung kesejahteraan tenaga pendidik serta menciptakan lingkungan pendidikan yang stabil dan berkelanjutan. Penyediaan unit hunian ini menjadi langkah strategis agar para guru dapat fokus menjalankan tugas pendidikan dan pembinaan santri secara optimal.
Dalam riwayat pengembangan pesantren, pembangunan perumahan guru termasuk dalam tahap perluasan fasilitas penunjang seiring pertumbuhan lembaga. Kehadiran hunian yang terintegrasi dengan kawasan pesantren memperkuat koordinasi, kedekatan emosional, serta efektivitas pembinaan antara guru dan santri.
Perumahan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang mendukung pembentukan karakter dan suasana pembelajaran yang kondusif. Dengan lingkungan yang tertata dan terencana, stabilitas serta kesinambungan proses pendidikan dapat terus terjaga.

Gedung Badan Wakaf
Gedung dua lantai yang menjadi pusat pengelolaan administrasi, koperasi pesantren, dan manajemen wakaf.
sistem administrasi yang kuat
Gedung Badan Wakaf mulai dibangun pada tahun 1994 dan selesai pada tahun 1995, sebagai bagian dari realisasi master plan pengembangan pesantren. Pembangunan gedung ini bertujuan untuk mempermudah dan menata sistem kerja Badan Wakaf dalam mengelola pesantren secara lebih profesional dan terstruktur.
Gedung ini terdiri dari dua lantai dengan lantai tegel marmer dan dilengkapi fasilitas kamar mandi. Di dalamnya terdapat empat ruang utama yang difungsikan sebagai kantor Koperasi Pesantren, ruang guru, ruang pertemuan, serta ruang kerja Badan Wakaf. Kehadiran gedung ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem administrasi dan pengelolaan kelembagaan.
Sebagai lembaga yang berstatus wakaf dan bukan yayasan, Badan Wakaf memiliki peran strategis dalam pengawasan, penetapan kebijakan, serta pengesahan program dan anggaran tahunan pesantren. Gedung ini menjadi pusat koordinasi dalam menjaga amanah wakaf, memastikan tata kelola yang transparan, serta mengawal visi dan misi pesantren agar tetap berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Fasilitas Olahraga
menyatukan pembinaan ilmu, iman, dan kesehatan dalam satu sistem pendidikan yang terintegrasi
menguatkan daya tahan fisik santri
Sebagai bagian dari komitmen pesantren dalam membentuk santri yang sehat dan seimbang, fasilitas olahraga terus dikembangkan seiring pertumbuhan jumlah santri dan kebutuhan pembinaan fisik. Area olahraga meliputi lapangan bulu tangkis, basket, voli, serta ruang terbuka yang digunakan untuk berbagai aktivitas kebugaran dan kegiatan santri.
Pengembangan fasilitas ini menjadi bagian dari master plan pembangunan pesantren yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik dan spiritual, tetapi juga pada kesehatan jasmani. Kegiatan olahraga rutin menjadi sarana pembentukan disiplin, sportivitas, kerja sama tim, dan daya tahan fisik santri.
Dengan tersedianya fasilitas olahraga yang memadai, pesantren berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik—menyatukan pembinaan ilmu, iman, dan kesehatan dalam satu sistem pendidikan yang terintegrasi.